Pages

Koin Bisa Apa ?

Koin Bisa Apa ?


     Kehadirannya sungguh serba salah. Jika ada ia diabaikan, waktu diperlukan sedang tidak kita miliki. Kadangkala ia adalah penyelamat di saat-saat tertentu ketika kita tidak memiliki uang kertas. Ya, ia adalah uang logam atau sapaan akrabnya adalah koin. Rupiah juga memiliki koin yang merupakan alat pembayaran yang sah, namun posisinya kerap dianaktirikan dibandingkan dengan saudara satu-satunya yaitu uang kertas. Walau berukuran kecil, dampak yang ditimbulkan bisa jadi besar. Sebagai pelaku ekonomi, manusia sejatinya menggunakan uang sebagai alat tukar dan satuan hitung. Koin juga merupakan instrumen yang penting dalam pasar ekonomi. Oleh karena itu, bijaklah dalam penggunaan uang demi keberlangsungan ekonomi yang sehat, termasuk di dalamnya bagaimana pelaku ekonomi mempergunakan koin dalam kegiatan ekonominya sehari-hari.
Salah satu pecahan uang logam di Indonesia
sumber : website Bank Indonesia
     Transaksi di Indonesia umumnya menggunakan dua jenis uang yaitu kertas dan logam, walau saat ini sedang marak uang elektronik. Pada dasarnya masyarakat memilih kemudahan dalam melakukan pembayaran dengan uang kertas. Ringkas, nominal besar, dan tidak merepotkan di bawa kemana-mana dibandingkan dengan uang logam yang lebih berat dan memakan tempat penyimpanan pada dompet. Oleh karena itu pembayaran dengan koin dirasa tidak praktis dan mulai ditinggalkan sedikit demi sedikit. Padahal sejatinya, koin merupakan salah satu bagian dari rupiah juga yang seharusnya tetap berputar dalam perekonomian. Jika kita memiliki koin, transaksikanlah !

"Perwujudan #CintaRupiah dimulai dari hal kecil seperti koin."

     Dalam kehidupan sehari-hari sadarkah bahwa beberapa pecahan uang logam sangat sulit ditemukan atau bahkan jarang dipergunakan dalam melakukan transaksi. Bisa jadi karena beberapa harga didesain sebesar nominal uang kertas saja / uang kertas dan nominal koin tertentu. Contohnya adalah koin Rp.50,- yang sangat jarang digunakan dan jarang ditemukan. Mengapa demikian ? mungkin saja hal tersebut akibat dampak dari penetapan harga oleh penjual yang tidak melibatkan pecahan Rp.50,- atau bisa saja preferensi dari masyarakat Indonesia terhadap pecahan uang logam tertentu. Berikut adalah murni opini penulis terhadap preferensi kepemilikan uang logam yang mungkin saja bisa berpengaruh terhadap eksistensinya di pasar ekonomi.

Ilustrasi preferensi kepemilikan uang logam dan dampak yang mungkin ditimbulkan


Jika memang ilustrasi di atas mewakili kehidupan berekonomi anda sehari-hari, maka akan lebih baik mulai dari sekarang merubah sikap tersebut untuk menuju ekonomi yang lebih baik.

     Koin memang ada untuk melengkapi uang kertas yang memang nilai nominalnya tidak lebih besar dari uang kertas yang beredar saat ini namun tetap saja diperlukan. Namun jika ditilik lebih lanjut atau mungkin memperhatikan harga-harga, maka dapat dilihat bahwa harga dari suatu barang atau jasa kemungkinan akan pas atau berkisaran nominal uang kertas dengan pembulatan tertentu yang dilakukan penjual sehingga uang koin jarang terpakai. Kalaupun koin terpakai mungkin hanyalah koin pecahan Rp.500,- atau Rp.1000,-. Karena kedua pecahan koin tersebut adalah yang paling sering dibawa oleh seseorang untuk ditransaksikan. Jikalau harga tersebut memungkinkan untuk menggunakan koin misal Rp.3800,- maka konsumen biasanya akan membayarnya seharga Rp.4000,- dan menolak uang kembalian Rp.200,- dengan begitu konsumen tidak perlu menerima uang koin yang merepotkan untuk disimpan di saku atau di tas. Padahal sejatinya, dengan perilaku konsumen seperti itu secara tidak langsung konsumen telah turut andil dalam infilasi harga dimana seharusnya uang yang beredar hanya Rp.3800,- menjadi sebanyak Rp.4000,- dan harga yang dibayarkan Rp.200,- lebih tinggi dari yang seharusnya. Mungkin memang tidak terasa dampaknya, namun berpengaruh dalam perekonomian. Tidak ada salahnya mulai dari sekarang untuk mulai membelanjakan dan/atau menerima koin pecahan Rp.100,- dan Rp.200,- yang merupakan pecahan koin terkecil yang bisa ditransaksikan, walaupun tetap ada pecahan yang paling kecil yaitu Rp.50,- namun eksistensinya di peredaran pasar sangat sulit atau bahkan jarang kita temukan.


ilustrasi inflasi

    Dengan melihat ilustrasi di atas mungkin saja transaksi yang dilakukan konsumen karena terbiasa menolak kembalian koin oleh penjual berdampak pada inflasi. secara tidak langsung harga sesungguhnya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang seharusnya di bayar. Padahal uang Rp.200,- tersebut kemungkinan dapat kita simpan untuk melakukan transaksi berikutnya yang akan kita lakukan dibandingnkan dengan kita menyumbangkan inflasi yang justru mencederai perekonomian itu sendiri. 

     Melihat dari ilustrasi inflasi di atas, konsumen jarang mengambil / menolak kembalian uang logam pecahan kecil juga menimbulkan masalah lain. Contoh masalah tersebut terjadi di gerai-gerai mini market atau retail besar yaitu kembalian koin di ganti dengan permen. Hal ini merupakan nyata di Indonesia dan mungkin bahkan masih terjadi sampai saat ini. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan pihak penjual sepenuhnya. Karena keengganan masyarakat mentransaksikan koin inilah maka kemungkinan masalah ini terjadi. Mini market dan/atau retail besar menjadi sulit untuk memiliki/menemukan koin sehingga mereka harus menukar di bank dalam jumlah besar. Kemudian ditimbun kembali oleh masyarakat dan timbul lagi masalah tersebut hingga berulang ulang pada siklusnya. 


Ilustrasi siklus
     Dari ilustrasi siklus di atas bisa jadi Bank Indonesia menambah percetakan uang logam karena permintaannya yang tinggi namun terus menerus dilakukan penimbunan oleh masyarakat sehingga keberadaanya di pasar ekonomi terus mengalami kekurangan. Penggunaan koin dalam transaksi sehari-hari menjadi hal yang penting agar kembalian permen tidak lagi menjadi momok yang menyebalkan di dalam masyarakat.

     Merujuk pada negara lain seperti halnya Malaysia atau Thailand, Vending Machine masih banyak digunakan terutama untuk pembayaran transportasi publiknya yang memang sangat amat diandalkan warga negaranya. Vending Machine merupakan sahabat terbaik koin, tempat di mana ia berputar dan beristirahat. Vending machine tersebut dapat menerima pembayaran koin dan uang kertas dengan pecahan tertentu, oleh karena itu kepemilikan koin dengan pecahan kecil pun masih dapat digunakan untuk pembelian tiket. Di indonesia Vending Machine berbantukan koin sangat jarang ditemukan oleh karena itu masyarakat tidak mendapatkan media penyalur untuk melakukan perputaran uang koinnya. Kemudian tumbuhlah sikap-sikap yang baik namun kadang banyak yang salah persepsi akan hal ini, yaitu menimbun koin di rumah untuk dikumpulkan sedikit demi sedikit. Kecenderungan masyarakat untuk menimbun koin juga merupakan suatu masalah tersendiri. Jumlah koin yang beredar di pasar menjadi lebih sedikit dan mungkin saja Bank Indonesia melakukan percetakan koin kembali karena jumlah edarnya yang kurang.

     Coin Counting Machine / Coin Deposit Machine pada tempat-tempat strategis seperti bank, pusat perbelanjaan, halte, stasiun, dan tempat lain yang dirasa perlu untuk difasilitasi. Coin Counting Machine / Coin Deposit Machine agar masyarakat yang memiliki koin dalam jumlah yang banyak dapat terfasilitasi untuk melakukan penukaran koin menjadi uang kertas. Karena menurut pengalaman penulis menukar koin dalam jumlah banyak di bank umum menjadi lelucon tersendiri bagi nasabah lain yang melihat. Sangat berbeda rasanya membawa berlembar-lembar uang kertas dengan berkantong-kantong koin untuk disetorkan pada bank umum. 


Coin Counting Machine yang ada di Amerika Serikat
sumber : website mybanktracker
      Selain mesin untuk koin, saat ini juga telah disediakan oleh Bank Indonesia jasa kas keliling di mana kita dapat menukarkan uang logam yang kita punya untuk ditukarkan dengan uang kertas. Untuk jadwal dan tempat pelayanan kas keliling ini dapat dipantau melalui akun twitter Bank Indonesia www.twitter.com/bank_indonesia atau dengan menelepon kantor perwakilan Bank Indonesia di masing-masing provinsi.

Pelayanan Kas Keliling yang dilakukan oleh Bank Indonesia
sumber : website bengkuluekspress

     Tumbuhkanlah sifat dan sikap cinta rupiah dengan membelanjakan koin anda dari sekarang. Koin diciptakan untuk bersama tidak untuk ditimbun sendiri, maka belanjakanlah!. Jadilah seperti anak kecil bangga memiliki koin, dan tidak malu untuk mentransaksikannya. Anak-anak kecil di Indonesia merupakan salah satu rantai pemutar koin dalam perekonomianMaka dari itu, bijaklah dalam bertransaksi, gunakanlah koin yang memang sebagai alat pembayaran yang sah. Tidak perlu malu, cintailah rupiah. Kita sebagai warga negara Indonesia adalah orang yang memang harus mencintai rupiah kita sendiri.

Note : Tulisan ini untuk dilombakan dalam Lomba BLOG Bank Indonesia dan berhasil masuk dalam 100 Besar.






Pengalaman Kuliah di STAN Lanjutan III

(Update 7 Agustus 2019)

Baca baca tulisan blog yang dulu, kayaknya lanjutannya berenti ketika semester V, Jadi gw akan melanjutkan cerita di semester akhir ini ya (Semester VI untuk Diploma III), dalam hal ini maaf kalo ada perbedaan sama perkuliahan sekarang ya, maklum udah beda tahun kan. Pengalaman semester VI ini juga berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa DIII Akuntansi, jadi mostly ceritanya lingkungan akuntansi.

ok mulai...

Jadi di dalam semeter VI ini ada 4 hal yang penting
1. UTS
2. UAS 
3. KTTA Karya Tulis Tugas akhir
4. PKL

emang sih pada saat semester akhir ini mata kuliah sisa sedikit, jadi banyak libur hehehe tapi ga berarti santai loh karena masih ada UTS. abis UTS masih ada UAS yang dibarengi dengan pengerjaan KTTA (Karya Tulis Tugas Akhir) beberapa bulan, asli kalo lo keteteran KTTA nantinya UAS juga keteteran , untuk itu pandai pandailah manajemen waktu ya.

seingat gw sih kuliah di semester VI itu berlangsung selama 6 minggu untuk reguler dan 8 minggu untuk alih program, jadi UAS nya anak reguler duluan lalu mereka dilanjutkan dengan PKL.

disini gw mau cerita tentang KTTA aja kali ya

Pertama memasuki KTTA itu kita disuruh isi kuesioner untuk memilih mata kuliah apa yang akan diambil sebagai topik KTTA, seingat gw ada

1. Akuntansi Keuangan
2. Akuntansi Pemerintah
3. Sistem Informasi Akuntansi
4. Audit Keuangan Komersil
5. Audikt Sektor Pemerintah
6. Akuntansi Biaya
7. Akuntansi Pajak

Dan gw pilih akuntansi keuangan dan setelah hasilnya release ternyata bener gw dapet akuntansi keuangan. Setelah itu kita akan dibagi dosen pembimbing I dan II, alhamdulilah dosen I dan II gw bener-bener kompeten parah (yaiyalah namanya juga dosen ckckck) dan friendly. 

dan kemudian kalian harus buat proposal mengenai KTTA kalian, dari judul dan inti KTTA. Gw waktu itu bikin tema tentang biaya-biaya subsequent periode untuk fixed assets (Anak akuntansi pasti tau lah) tapi proposal gw ditolak. Dan akhirnya sampai pada keputusan akhir bla bla bla proposal KTTA gw tentang Indikator Global Reporting Initiative ( GRE ) pasti banyak sih yang belum tahu tentang hal ini, termasuk gw juga dulu baru tau hhha. Jadi KTTA gw ngebahas tentang hubungan Pengungkapan Indikator GRE di laporan tahunan/keuangan di perusahaan-perusahaan farmasi (waktu itu gw pilih 9 perusahaan farmasi yang udah go publik) hubungannya dengan return saham, kinerja keuangan ( ROA, ROI, dll dll) di periode sebelum dan sesudah Indonesia mengkonvergensi IFRS. Asli pusing parah kan tema gw, pas ngerjainya juga lo harus baca laporan tahunan 9 perusahaan itu dari tahun ke tahun yang 1 laporan aja bisa ratusan halaman. Tapi gw bangga sih gw bisa ngerjain gituan hhha.

Nikmatilah semester VI kalian, karena kalian akan disebar ke seluruh penjuru Indonesia. Yang punya temen deket, habiskan waktu semaksimal mungkin ya.

 Semoga Sukses

Pengalaman Kuliah di STAN ( Lanjutan . . . )

( this post updated 7 Agustus 2019 )


Jadi. . . bulan depan adalah bulan terakhir kami angkatan Reguler 2013 dan Khusus 2014 berada di kampus STAN. Yap . . .  Finally menyelesaikan pendidikan yang super ini. Congrats All.


i dont always take a picture . it's a rare thing i do

Di sini saya mau berbagi pengalaman selama beberapa tahun ini mengisi otak di kampus PKN-STAN (selanjutnya ditulis STAN aja ya, ribet kepanjangan soalnya , tapi tetep artinya PKN-STAN)

Buat kalian calon-calon mahasiswa STAN yang hanya berkhawatir ria dengan USM STAN. Get up ! Kalau kalian komit untuk mengenyam pendidikan si STAN, yang terberat justru bukan masuknya saja, bertahannya serta keluarnya (lulus lho ya. . ) juga gak mudah.

Let me tell you from the beginning.... USM STAN

I have received so many questions about this in email / ask.fm/ or another media. Relly appreciate buat adek-adek yang sebegitu gigihnya berjuang mencari informasi jauh jauh hari bahkan sebelum mereka lulus (bahkan ada yang email dari mulai nanya nanya-ujian-lulus) pas dia email saya bahwa dia lulus, rasanya ikutan terharu walau ga kenal. Good, Perencanaan yang baik tidak akan pernah berbuah pahit kan, at least you know apa yang kalian ingin lakukan di masa depan. Dan kamu harus ingat juga , banyak banget lulusan Sekolah tingkat atas yang mengincar STAN, kalau kamu tidak berusaha ya pasti kalah dengan mereka yang doa nya kenceng plus usaha yang lebih besar.

Saya tidak masalah akan pertanyaan-pertanyaan apapun tentang STAN, but akan lebih baik kalau kalian sebelumnya sudah research terlebih dahulu tentang STAN.

" Kak susah ga sih masuk STAN, terus Apa aja yang diujikan ?"

one of FAQ that i get, honestly kuliah di STAN tuh susah. realistis aja lah saya di sini. mana ada sih kuliah yang gampang. di mana susahnya ?

Banyak banget yang daftar, tapi kuota penerimaan sangat sedikit ( well karena STAN kedinasan, jadi harus memenuhi kuota pegawai nantinya).

Yang pasti harus memenuhi persayaratan pendaftaran dulu untuk bisa lulus seleksi administrasi. Kalo udah, pikir baik-baik jurusan apa yang diinginkan Bea cukai? pajak?akuntansi? , kalau sudah memikirkan maka cari tahu mata kuliah apa saja dalam jurusan tersebut. Jangan karena lo mau masuk Bea Cukai supaya keren dll, tapi mata kuliahnya kalian ga suka, malah jadi ga semangat. Atau lo milih Akuntansi karena kuotanya banyak, padahal pas kuliah susahnya minta maaf/ampun/tolong hhha. Lo cari aja calon kakak kelas atau kenal kakak kelas. Tanya matakuliah apa aja yang nantinya akan lo ambil di jurusan tertentu, kalo kurang jelas tanya terus.

Ga tau di mana nyarinya kak? Tanya kakak-kakak yang kuliah di STAN! Kalo rumah lo deket ya lo dateng aja ke kampus, lo cegat tuh kakak-kakak berkalung merah/kuning/ijo/biru

Ya saya akui bahwa yang daftar banyak banget, di dalam pendaftar ini juga beragam tipe, mereka yang benar-benar ingin masuk STAN, mereka yang sudah dapat kampus mau nyoba STAN, mereka    yang sudah kuliah di tempat lain dan pernah nyoba STAN tapi ditolak dan mau nyoba lagi, mereka yang mengikuti kemauan orang tua mereka padahal ga sesuai hati , mereka yang untung-untungan berkompetisi (jangan sampai ini kalian yaa).

Saya rasa ga cuma di pendaftaran USM STAN aja sih, yang lainnya mungkin ada. Jadi kalau kalian berencana ikut USM ya seperti itulah pesaing kalian. Lalu kalau kalian mau daftar di mana pun juga, saingan kalian ya tetap se INDONESIA, bukan regional-regional tempat kalian daftar saja. Kalau mau lulus ya belajar lah, banyak latihan, JANGAN NGANDELIN HOKI APALAGI JOKI.

Itu baru tes tertulis (sekarang online) yang harus ngerjain TPA dan TBI (sekarang tambah SKD, dll), belum tes-tes lainya setelah itu kayak tes kesehatan. jangan dianggap enteng dan dianggap mudah. jangan cengeng juga, setelah lulus Sekolah menengah itu susah saatnya kamu merajut masa depan kamu.

TPA itu apa ? coba googling contoh soal USM STAN yang berserakan di mbah google, amati jenis soalnya, tipe nya dll. disitu ada banyak jenis mulai dari yang dihitung sampe yang gak perlu dihitung. kalian analisis kalian kurangnya di mana. ga mesti harus repot berkutat dengan  matematika melulu. masih ada soal jenis lain yang harus di khawatirkan. Terus bahasa inggrisnya. banyakin latihan soal TOEFL aja ga ada salahnya kan sekalian untuk persiapan SNM/SBM PTN (sekarang UTBK/UTUL/Mandiri) mungkin.

Mesti les USM STAN ga sih kak ? 

Ini sih tergantung individu masing-masing. Kalau kalian punya uang lebih ga ada salahnya. kalau kalian bisa belajar sendiri ya monggo. Yang perlu diketahui adalah kalo mau les ya jangan dari nol banget dari kaliannya. At least kalian udah latihan sendiri sebelumnya. jadi les nya efektif.

2. Udah Lulus USM STAN nya (Horee) selamat ya, akhirnya kuliah di STAN

Jangan senang dulu, justru inilah awal tantangan dimulai ( ^^ ). Finally kalian sukses juga tembus kuliah di kampus yang kalian akan familiar dengan kemeja putih or kemeja warna cerah dengan    bawahan gelap, dan kamis dengan batiknya. Saatnya foto di air mancur STAN lalu share ke seluruh sosial media. Setelah daftar ulang kalian akan disuguhkan dengan DINAMIKA dan atau Capacity Building yang gunanyaa??????????????? ya berbeda lah tiap orang menilai gunanya, kalian jalani aja sendiri nanti. setelah itu kalian akan memasuki babak awal belajar mengajar disini

Peralatan kuliah :

Buku bisa kamu pinjam di perpustakaan, jadi yang merasa uang jajanya pas-pasan ya pinjam aja di perpus. apalagi buku akuntansi yang asli kan harganya luamyan bener. kalo di perpus misalnya ga   tersedia karena kamu telat minjem dan sudah diserbu sama yang lainnya. biasanya dosen punya ebook nya kok, dan biasanya juga sang dosen akan senang hati memberikan material kuliahnya. no   need to worry about books. Ada beberapa mata kuliah yang bukunya akan dibagi dari kampus kok  dan itu gratis .Selain itu bisa juga minjem sama senior kamu kalo dikosan kamu ada yang sudah  senior. ah .... gampang lah soal buku. pintar-pintar kalian aja. saya juga disini ga pernah beli buku.      Gw sih biasanya pake ebook, karena kalo power point ringkasan materi doang, dan kurang nendang    gitu lah.

Pada saat awal perkuliahan kalian ga perlu ngisi-ngisi mau ngambil mata kuliah apa dan berapa sks per semesternya, semua sudah disiapkan oleh kampus. lalu disini juga ada pembagian kelas sama   seperti di SMA, setahun sekali kelas dirolling, jadi kalian akan sekelas dengan orang yang itu itu aja orangnya selama setahun. Semester 1 kuliahnya happy la la la la la ....  tidur . . .game. . .hangout. . .kuliah dan terus berputar begitu sampe ga sadar udah mau UTS la. . .la. . .la

mendekati ujian anak-anak yang tadinya pada becanda mulai serius mukanya, mulai jadi rajin, mulai bergerilnya mencari catatatn teman, mulai berjuang belajar kelompok belajar sendiri dll.  Hingga kalian sadar bahwa kalian menghadapi UTS seolah menghadapi UN SMA ( trust me ,rasanya begitu dan ga pernah berubah sampe saya lulus -_-). Kalo menurut pengalaman saya disini nilai UTS dan UAS yang paling besar menentukan IP dan IPK kalian disini about 70-80% jadi itulah mengapa suasana ujian terasa begitu tegang. Jangan pernah berlaku curang di dalam ujian karena itu serious deal yang akan ditindak dengan tindakan yang bukan main-main juga. usahalah dengan diri kamu sendiri. 

Ujian berlangsung selama 2 minggu, dimana selama 2 minggu itu full ujian tergantung seberapa banyak mata kuliah si semester itu . di masa ujian tidak ada perkuliahan sama sekali.

   After UTS. . . . .  

Yang bisa ngerjain ujian bisa melepas penat berhamburan ke tempat nongkrong, yang ga bisa ujian  juga berhamburan ke segala penjuru sekadar menghilangkan duka lara hhhe. Disini mahasiswa mulai belajar agak serius untuk nantinya menghadapi ujian ujian selanjutnya.
Well biasanya semester 1 dan semester 2 adalah masa dimana para mahasiswa dan mahasiswi semangat semangat betul, mata kuliah juga belom susah susah amat. IP dan IPK pada tinggi-tinggi  banget kayak Burj Khalifa. Absen totally bersih tanpa noda. Ah. .pokoknya enak deh jadi mahasiswa , bebas, kuliah lancar, jalan-jalan tetep

   Memasuki semester 3. . . dan semester 4. . . .

Waduh kelas di acak lagi, random banget perasaan kalian. apalagi yang udah punya temen deket yang kemana-mana bareng. duduk bareng dll. Dan pada akhirnya, perasaan-perasaan yang tidak pernah dirasakan pun muncul sendiri

Mata kuliah yang ada mulai menuju core nya, mulai absurb dan bikin berasep. 
Duh kayaknya gw salah jurusan deh, duh kok susah banget ya mata kuliah X or Y or Z sampe rambut gw putih. Kok jurusan X belajar ginian juga sih , kirain gw ga bakal ketemu sama mata kuliah ini. Duh kok dia kayaknya ga ada rasa sama gw sih, udah 3 semester gw deketin juga HIKZ.    Duh dosen X nyebelin dll dll dll dimana kalian mulai mencari cari alasan untuk membela diri akan  bertahan di kampus yang keras ini.

Astagfirullah tadi apa ya yang gw tulis di kertas ujian HIKZ. . . Ya Tuhan kok tadi    gw ga bisa  jawab ya sampe kosong banget kertas ujian macem kosan gw tanpa perabotan. Duh gw gapapa lah IPK gw gak 3 yang penting di atas batas kelulusan. 

Hingga akhirnya di semester ini (MUNGKIN YA MUNGKIN) banyak yang berguguran Drop Out. . . . . . . . 

Hasil akhir adalah hasil yang akan kalian dapat atas apa yang kalian perjuangkan di awal, jangan pernah menyalahkan kampus atas susahnya soal yang diujikan, menyalahkan dosen atas subjektifitasnya, menyalahkan siapapun untuk melakukan pembenaran atas diri kamu. Usahalah dari   awal
Memasuki semester 5 . . . 

Semseter ini mata kuliah semakin dalam dan semakin kompleks, buat yang males-malesan dan menerawang untuk cepat cepat lulus, lebih baik kalian sadar. masih panjang perjalanan kalian Hikz.

Semester akhir.

Masih ada kuliah dikit dan di semester ini kita (Diploma III) akan nulis KTTA (Karya Tulis Tugas Akhir) temanya berhubungan dengan mata kuliah : Akuntansi Keuangan, Akuntansi Pajak, Akuntansi Biaya, Akuntansi Pemerintah, Sisten Informasi Akuntansi, Audit + Dosen pembimbing masing-masing. Pas ngerjain KTTA 70% gw kerjain di Mc*D (Makasi Mc*D) karena kalo ngerjain di kosan yang ada gw ngantuk dan tidur.




kuliah smester 5 STAN

Semester 5 STAN D III Kkusus


Alhamdulilah sekarang udah semester 5, tinggal 1 semester lagi gw lulus
semester 5 ini baru gw jalanin 3 mingguan sih hhe
so far semester 5 ini masih santai ( karena masih sebulan lebih lagi UTS nya) lain ceritanya kalo menjelang ujian

disemester 5 ini ada matkul akm II , Audit, SIA, Pendidikan anti korupsi, Akuntansi Pajak,Akuntansi Pemerintah II

Gatau lah jalanin aja dulu, semester ini ga ada mata kuliah yang diajar oleh Pak Indrayansyah Nur dosen favorit. Semoga semester 6 Ada. 

Oia selamat juga buat Mahasiswa Baru 2015 perjuangan kalian baru dimulai di kampus, masih lugu-lugu ya muka nya tipikal anak SMA nya belum lepas dibanding gw yang harusnya udah jadi  om-om atau malah bapak-bapak, tapi makasih sering disapa manggilnya "Kak" mungkin kalo disapa "Pak" lutut gw langsung lemes, setua itukah gw.

Bulan Oktober ini Tangerang Selatan panas banget, setiap mau ke kampus siang padahal jarak kosan ke kampus cukup roll depan beberapa pukuh kali, tetapi tetep aja keringetan banyak.

Efeknya juga berpengaruh pada rumput di Lapangan depan Gedung A jadi warna kuning kering kerontang menuju putih, udah kayak taneman waktu musim gugur di negara 4 Negara. Terus anak perempuan yang selalu jual gorengan di bangku samping gedung perpustakaan juga masih eksis (entah namanya siapa tapi gw sering beli piscoknya soalnya enak sih) . . . .

Satu lagi perubahan signifikan ketika MABA ribuan orang berdatangan adalah parkiran motor penuh ajib, capek tiap hari geser-geser motor orang supaya motor gw bisa keluar. tapi gapapa itung2 olahraga.

The last , semoga research ekonomi gw cepet selesai (udah berbulan-bulan), masih ada beberapa referensi yang harus gw baca (gw males bacanya juga sih), masih harus komunikasi dengan dosen pembimbing untuk tempat gw bertanya, harus berhadapan dengan Tugas Akhir di bulan November ini, pusing juga sih ngerjainnya diantara waktu kuliah ini, semoga taun depan udah selesai, semoga hasilnya berguna bagi negara. semoga gw udah dapet LoA sebelum gw nikah , taun depan gitu misalnya hhha, semoga suatu saat gw mengikuti jejak bu Sri Mulyani.

Segini dulu aja randomisasi gw tentang kampus dan kehidupan kampus gw, belum ada yang spesial lagi (emang pernah ada)

bye





Ujian Akhir Smester di STAN

                                        UAS STAN

Saat nulis ini sebenernya masih dalam masa UAS Smester 4 gw
UAS Mulai dari tanggal 10 Agustus lalu sampe 2 minggu kedepan

Lagi bosen aja malem2 gini ga tau mau ngapain, ban motor pun bocor. Jadi ga bisa keluar lah.

Bagi anak STAN tau sendiri lah rasanya menghadapi Either UTS Or UAS kayak apa, Everybody feels so panic at all time till the result released.

Jadi hari pertama kemaren itu Manajemen Keuangan ya lumayan lah, lalu kemaren itu Akuntansi Pemerintah , gw merasa UAS mata kuliah ini kok horror sekali ya. Siklus akuntansi dengan jurnal banyak banget sepanjang masa membuat 2 jam gak cukup (eh tapi Alhamdulillah berhasil selesai sampai siklus terakhir , Terimakasih Ya Allah) Pas Akuntansi pemerintahan ini barang barang gw seperti pulpen dan kawan kawan berjatuhan gegara meja yang kami dapet di ruangan ujian kecil banget, kecil banget brroh bahkan kucing tidur disitu aja semua sisi meja udah ketutup. Jadilah detik-detik terakhir kalkulator dan meja meja berbunyi ria. Super sekali lah soal ujian itu. Mengalahkan siklus hidup kupu-kupu yang sempurna hahaha . . .

Hari ini alias tadi ujiannya Pengelolaan Keuangan Negara , semua yang udah gw hafalin capek-capek gw tulis semua (dalam artian informasi yang relevan dengan soal ) jadilah folio-folio berlembar lembar jadi korban , dan itu membuat pulpen gel gw mau habis dan malam ini gw lupa mau beli. Lupa juga kalo motor gw bocor. Semoga besok ada yang menghibahkan pulpen gel, karena tanpa pulpen gel , gw merasa nulis tangan menjadi lama. Dengan pulpen gel gw merasa gaya gesek antara tinta dan kertas menjadi lebih kecil (yang anak fisika mungkin bisa jelaskan korelasinya) hha aneh ya but it's true. Jenis dan merk pulpen sangat berpengaruh bagi mood gw untuk doing exam dan ke-terbaca-an tulisan gw dikertas. Semakin mahal pulpen, semakin bagus tulisan, semakin susah soal ujian , adilah gw dokter gadungan.

Besok ujian Makroekonomi, entah kenapa ini pelajaran gak terasa horor karena dosennya knows how to explain economic to his student effectively. Jadilah Para kurva disulap sesimpel pemahaman dengan cara beliau. MAKASIH PAK SAYA SALUT SAMA CARA BAPAK MENGAJAR DAN MERAMU EKONOMI. Karena itu gw sangat cinta dengan ekonomi dan oleh karena itu pula gw menulis jurnal ilmiah sebagai syarat Sarjana gw ya tentang ekonomi makro. NO PLAGIARISM PLEASE buat mahasiswa , karena karya lo bakalan lo kenang seumur hidup. perjuangan lo membuatnya dll dll

Udal dulu lah ya mau belajar makro dulu dari tadi siang gw ngenet aja kerjanya, youtube-an mentang-mentang wifi kosan kenceng hhaha

Sebelum alur dan struktur tulisan ini menjadi lebih chaos maka saya sudahi dulu,

Well selamat ujian buat calon MABA STAN 30 Agustus nanti. Ingat hari ini pendaftaran terakhir , masih ada waktu setengah jam, jadi langsung lah sana mampir ke web STAN

Tschus . . . . . .